Minggu, 13 November 2016

beradab sebagai seorang muslim yang baik



1.      PengertianAdab
Menurut al-Attas, secara etimologi (bahasa); adab berasal dari bahasa Arab yaitu addaba-yu’addibu-ta’dib yang telah diterjemahkan oleh al-Attas sebagai ‘mendidik’ atau ‘pendidikan’.1 Dalam kamus Al-Munjid dan Al Kautsar, adab dikaitkan dengan akhlak yang memilki arti budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat sesuai dengan nilai-nilai agama Islam.2 Sedangkan, dalam bahasa Yunani adab disamakan dengan kata ethicos atau ethos, yang artinya kebiasaan, perasaan batin, kecenderungan hati untuk melakukan perbuatan. Ethicos kemudian berubah menjadi etika Menurut al-Attas, akar kata adab tersebut berdasarkan dalam sebuah hadis Rasulullah saw yang secara jelas mengunakan istilah adab untuk menerangkan tentang didikan Allah SWT yang merupakan sebaik-baik didikan yang telah diterima oleh Rasulullah saw. Hadis tersebut adalah: “Addabani Rabbi pa Ahsana Ta’dibi” : Aku telah dididik oleh Tuhanku maka pendidikanku itu adalah yang terbaik. Adapun secara istilah (terminology), al-Attas mendefinisi adab sebagai suatu: Pengenalan dan pengakuan yang secara berangsur-angsur ditanam kedalam manusia tentang tempat-tempat yang tepat dari segala sesuatu didalam tatanan penciptaan sedemikian rupa, sehingga hal ini membimbing kearah pengenalan dan pengakuan tempat Tuhan yang tepat di dalam tatanan wujud dan keperiadaan.
Al-Attas, Konsep Pendidikan Dalam Islam. Terj. dari Bahasa Inggris oleh Haidar Bagis (Bandung: Mizan, 1996)
Adab-Adab Pribadi Muslim 
Pada bagian ini akan dijelaskan sebagian dari adab-adab muslim secara pribadi yaitu Adab berbicara, berpakaian, bertamu, makan dan minum, menuntut ilmu, membaca Al Quran, masuk dan keluar masjid, berdoa dan tidur.
1.      Adab Berbicara 
Setiap ucapan yang keluar dari lisan manusia akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah swt, karena itu setiap muslim harus berusaha menjaga lidahnya dengan memperhatikan adab-adab dalam berbicara diantaranya :
a.       Isi pembicaraan adalah kebaikan : Firman Allah : “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (manusia) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barang siapa berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar”. (QS Al Nisa‟ : 114), 
Dan Rasulullah saw. bersabda :
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau lebih baik diam”. (HR Bukhari Muslim) Termasuk berbicaya yang baik adalah menghindari mengucapkan yang bathil, hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw :  “Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang diridhai Allah yang ia tidak mengira yang akan mendapatkan demikian sehingga dicatat oleh Allah keridhoan-Nya bagi orang tersebut sampai nanti hari Kiamat. Dan seorang lelaki mengucapkan satu kata yang dimurkai Allah yang tidak dikiranya akan demikian, maka Allah mencatatnya yang demikian itu sampai hari Kiamat. (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah) Termasuk berbicara yang baik adalah menjauhi kata-kata keji, mencela, melaknat, berdasarkan sabda Rasulullah saw :
“Bukanlah seorang mu‟min jika suka mencela, mela‟nat dan berkata-kata keji”. (HR Tirmidzi) Termasuk berbicara yang baik adalah menghindari menceritakan aib orang dan saling memanggil dengan panggilan  yang buruk, berdasarkan firman Allah : “Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim”. (QS. al-Hujurat : 11)
b.      Berusaha untuk berbicara yang jelas dan ringkas : Sebagaimana hadis dari Rasulullah saw. :  “Bahwasanya perkataan Rasulullah saw. itu selalu jelas sehingga bisa difahami oleh semua yang mendengar”. (HR Abu Daud) Berbicara juga diusahakan yang ringkas dan tidak bertele-tele, berdasarkan sabda Rasulullah saw. :
“Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku nanti di hari Kiamat ialah orang yang banyak omong dan berlagak dalam berbicara.” Maka dikatakan: Wahai Rasulullah kami telah mengetahui arti ats-tsartsarun dan mutasyaddiqun, lalu apa makna al-mutafayhiqun? Maka jawab nabi saw.: “Orang- orang yang sombong.” (HR Tirmidzi)
c.       Berusaha menekankan kata-kata yang penting saat diperlukan
Diriwayatkan dari Anas ra bahwa:
“Nabi saw. jika berbicara maka beliau mengulanginya 3 kali sehingga semua yang mendengarkannya menjadi faham”, dan riwayat dari „Aisyah ra. : “Bahwa ucapan Rasulullah adalah ucapan yang jelas sehingga dapat difahami oleh pendengarnya ”. (HR Bukhari)
d.      Berusaha menghindari perdebatan yang tidak diperlukan
Rasulullah saw. bersabda :
“Tidaklah sesat suatu kaum setelah mendapatkan hidayah untuk mereka, melainkan karena terlalu banyak berdebat.” (HR Ahmad dan Tirmidzi)
e.       Berusaha menghindari banyak canda
Berdasarkan sabda Rasulullah saw :
“Ingatlah, bisa jadi ada diantara kalian seorang yang dapat membuat orang lain tertawa karena perkataannya, namun membuat Allah marah dan tidah ridho, hingga dimasukkan ke dalam neraka”. (HR Bukhari)
f.       Berusaha menghindari perkataan dusta
Berdasarkan sabda Rasulullah saw. :
“Tanda-tanda munafik itu ada 3, jika ia bicara berdusta, jika ia berjanji mengingkari dan jika diberi amanah ia khianat”. (Muttafaq „Alaih)
g.      Berusaha menghindari ghibah dan perkataan yang memicu adu domba
Berdasarkan sabda Rasulullah saw.
“Janganlah kalian saling mendengki, dan janganlah kalian saling berkata-kata keji, dan janganlah kalian saling membenci, dan janganlah kalian saling menghindari, dan janganlah kalian saling meng-ghibbah satu dengan yang lain, dan jadilah hamba- hamba Allah yang bersaudara”. (HR Muslim)
h.      Berusaha adil dalam memberikan pujian
 Ada seorang yang memuji orang lain di depan orang tersebut, maka nabi berkata:  “Celaka kamu, kamu telah mencelakakan saudaramu! Kamu telah mencelakakan saudaramu!” (2 kali), lalu kata beliau : “Jika ada seseorang ingin memuji orang lain di depannya maka katakanlah: Cukuplah si fulan, semoga Allah mencukupkannya, kami tidak mensucikan seorangpun disisi ALLAH, lalu barulah katakan sesuai kenyataannya.” (HR Muttafaq „Alaih) Dan dari Mujahid dari Abu Ma‟mar berkata: Berdiri seseorang memuji seorang pejabat di depan Miqdad bin Aswad secara berlebih-lebihan, maka Miqdad mengambil pasir dan menaburkannya di wajah orang itu, lalu berkata: “Nabi saw. memerintahkan kami untuk menaburkan pasir di wajah orang yang gemar memuji”. (HR Muslim)
2.      Adab Berpakaian
Pakaian adalah identitas manusia, bagi seorang muslim pakaian merupakan identitas keislamannya, karena itulah Allah swt. secara khusus telah menyebutkan beberapa ayat al Quran yang berbicara secara spesifik terkait dengan masalah pakaian. Diantaranya adalah firman Allah: "Hai anak Adam, Sesungguhnya kami Telah menurunkan kepada kalian Pakaian untuk menutup aurat kalian dan Pakaian indah untuk perhiasan. dan Pakaian takwa Itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat". (QS. Al A'raaf : 26) Dalam ayat tersebut, pakaian menurut Allah bukan hanya sekedar kebutuhan yang harus dipenuhi oleh manusia sebagaimana kebutuhan lainnya, namun lebih dari itu berpakaian bagi seorang muslim adalah termasuk bentuk ibadah dan bukti ketaatan kepada Allah swt., oleh karena itu pakaian yang paling baik adalah pakaian yang dapat mengidentitaskan ketakwaan seseorang.

35 komentar:

  1. sangat bermanfaat ka,izin copy yahh makasihh

    BalasHapus
  2. Nambah ilmu lagi
    Jangan lupa mampir ke gaim02.blogspot.com kakak

    BalasHapus
  3. terimakasih infonya, sangat bermanfaat :)

    BalasHapus
  4. Manfaat sekali blog,y😂 mampir kesini jga ya jgn lupa.
    unariyah73.blogspot.com

    BalasHapus
  5. Makasihhh informasinya sangat bermanfaat ☺

    BalasHapus
  6. Terimakasih infonya, sangat bermanfaat

    BalasHapus
  7. Nambah ilmu lagi makasi anak cariu😆 mampir yuk ke dewipratiwi469.blogspot.co.id ditunggu komennya 😀

    BalasHapus
  8. sangat membantu untuk tugas makasih ka pos nya sangat bermanfaat :)

    BalasHapus
  9. Masyaallah, semoga berkah ilmunya., Semoga bermanfaat utk kita semua dan bisa jadi amalan bagi kita. Aamiiin Ya Allah 😇

    BalasHapus
  10. Mengingatkan kembali bahwa dalam bersikap harus ada abab-adabnya. Terimakasih yaa

    BalasHapus
  11. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  12. tulisannya sangat informatif mbak, ditunggu postingan selanjutnya jangan lupa mampir ke rinicanti123.blogspot.co.id

    BalasHapus
  13. Masyaallah
    sangat bermanfaat :) izin share ya :)

    BalasHapus
  14. Bermanfaat semoga menjadi inovasi hidup

    BalasHapus
  15. Bermanfaat semoga menjadi inovasi hidup

    BalasHapus
  16. subhanaallah. kerennnn informasinya

    BalasHapus
  17. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus