Menurut al-Attas, secara etimologi (bahasa);
adab berasal dari bahasa Arab yaitu addaba-yu’addibu-ta’dib yang telah
diterjemahkan oleh al-Attas sebagai ‘mendidik’ atau ‘pendidikan’.1 Dalam kamus
Al-Munjid dan Al Kautsar, adab dikaitkan dengan akhlak yang memilki arti budi
pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat sesuai dengan nilai-nilai agama Islam.2
Sedangkan, dalam bahasa Yunani adab disamakan dengan kata ethicos atau ethos,
yang artinya kebiasaan, perasaan batin, kecenderungan hati untuk melakukan
perbuatan. Ethicos kemudian berubah menjadi etika Menurut al-Attas, akar kata
adab tersebut berdasarkan dalam sebuah hadis Rasulullah saw yang secara jelas
mengunakan istilah adab untuk menerangkan tentang didikan Allah SWT yang
merupakan sebaik-baik didikan yang telah diterima oleh Rasulullah saw. Hadis
tersebut adalah: “Addabani Rabbi pa Ahsana Ta’dibi” : Aku telah dididik oleh
Tuhanku maka pendidikanku itu adalah yang terbaik. Adapun secara istilah
(terminology), al-Attas mendefinisi adab sebagai suatu: Pengenalan dan
pengakuan yang secara berangsur-angsur ditanam kedalam manusia tentang
tempat-tempat yang tepat dari segala sesuatu didalam tatanan penciptaan
sedemikian rupa, sehingga hal ini membimbing kearah pengenalan dan pengakuan
tempat Tuhan yang tepat di dalam tatanan wujud dan keperiadaan.
Al-Attas, Konsep Pendidikan Dalam Islam.
Terj. dari Bahasa Inggris oleh Haidar Bagis (Bandung: Mizan, 1996)
Adab-Adab
Pribadi Muslim
Pada
bagian ini akan dijelaskan sebagian dari adab-adab muslim secara pribadi yaitu
Adab berbicara, berpakaian, bertamu, makan dan minum, menuntut ilmu, membaca Al
Quran, masuk dan keluar masjid, berdoa dan tidur.
1. Adab
Berbicara
Setiap ucapan yang
keluar dari lisan manusia akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah swt,
karena itu setiap muslim harus berusaha menjaga lidahnya dengan memperhatikan
adab-adab dalam berbicara diantaranya :
a. Isi
pembicaraan adalah kebaikan : Firman Allah : “Tidak ada kebaikan pada
kebanyakan pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang
yang menyuruh (manusia) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan
perdamaian di antara manusia. Barang siapa berbuat demikian karena mencari
keridaan Allah, maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar”. (QS Al
Nisa‟ : 114),
Dan Rasulullah saw.
bersabda :
“Barangsiapa yang
beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau lebih baik
diam”. (HR Bukhari Muslim) Termasuk berbicaya yang baik adalah menghindari
mengucapkan yang bathil, hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw : “Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu
kata yang diridhai Allah yang ia tidak mengira yang akan mendapatkan demikian
sehingga dicatat oleh Allah keridhoan-Nya bagi orang tersebut sampai nanti hari
Kiamat. Dan seorang lelaki mengucapkan satu kata yang dimurkai Allah yang tidak
dikiranya akan demikian, maka Allah mencatatnya yang demikian itu sampai hari
Kiamat”. (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah) Termasuk
berbicara yang baik adalah menjauhi kata-kata keji, mencela, melaknat, berdasarkan
sabda Rasulullah saw :
“Bukanlah seorang
mu‟min jika suka mencela, mela‟nat dan berkata-kata keji”. (HR Tirmidzi)
Termasuk berbicara yang baik adalah menghindari menceritakan aib orang dan
saling memanggil dengan panggilan yang
buruk, berdasarkan firman Allah : “Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu
kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok)
lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita
(mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang
diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah
kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan
gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk
sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah
orang-orang yang lalim”. (QS. al-Hujurat : 11)
b. Berusaha
untuk berbicara yang jelas dan ringkas : Sebagaimana hadis dari Rasulullah saw.
: “Bahwasanya perkataan Rasulullah saw.
itu selalu jelas sehingga bisa difahami oleh semua yang mendengar”. (HR Abu
Daud) Berbicara juga diusahakan yang ringkas dan tidak bertele-tele, berdasarkan
sabda Rasulullah saw. :
“Sesungguhnya orang
yang paling aku benci dan paling jauh dariku nanti di hari Kiamat ialah orang
yang banyak omong dan berlagak dalam berbicara.” Maka dikatakan: Wahai
Rasulullah kami telah mengetahui arti ats-tsartsarun dan mutasyaddiqun, lalu
apa makna al-mutafayhiqun? Maka jawab nabi saw.: “Orang- orang yang sombong.”
(HR Tirmidzi)
c. Berusaha
menekankan kata-kata yang penting saat diperlukan
Diriwayatkan dari Anas
ra bahwa:
“Nabi saw. jika
berbicara maka beliau mengulanginya 3 kali sehingga semua yang mendengarkannya
menjadi faham”, dan riwayat dari „Aisyah ra. : “Bahwa ucapan Rasulullah adalah
ucapan yang jelas sehingga dapat difahami oleh pendengarnya ”. (HR Bukhari)
d. Berusaha
menghindari perdebatan yang tidak diperlukan
Rasulullah saw.
bersabda :
“Tidaklah sesat suatu
kaum setelah mendapatkan hidayah untuk mereka, melainkan karena terlalu banyak
berdebat.” (HR Ahmad dan Tirmidzi)
e. Berusaha
menghindari banyak canda
Berdasarkan sabda
Rasulullah saw :
“Ingatlah, bisa jadi
ada diantara kalian seorang yang dapat membuat orang lain tertawa karena
perkataannya, namun membuat Allah marah dan tidah ridho, hingga dimasukkan ke
dalam neraka”. (HR Bukhari)
f. Berusaha
menghindari perkataan dusta
Berdasarkan sabda
Rasulullah saw. :
“Tanda-tanda munafik
itu ada 3, jika ia bicara berdusta, jika ia berjanji mengingkari dan jika
diberi amanah ia khianat”. (Muttafaq „Alaih)
g. Berusaha
menghindari ghibah dan perkataan yang memicu adu domba
Berdasarkan sabda
Rasulullah saw.
“Janganlah kalian
saling mendengki, dan janganlah kalian saling berkata-kata keji, dan janganlah
kalian saling membenci, dan janganlah kalian saling menghindari, dan janganlah
kalian saling meng-ghibbah satu dengan yang lain, dan jadilah hamba- hamba
Allah yang bersaudara”. (HR Muslim)
h. Berusaha
adil dalam memberikan pujian
Ada seorang yang memuji orang lain di depan
orang tersebut, maka nabi berkata:
“Celaka kamu, kamu telah mencelakakan saudaramu! Kamu telah mencelakakan
saudaramu!” (2 kali), lalu kata beliau : “Jika ada seseorang ingin memuji orang
lain di depannya maka katakanlah: Cukuplah si fulan, semoga Allah
mencukupkannya, kami tidak mensucikan seorangpun disisi ALLAH, lalu barulah
katakan sesuai kenyataannya.” (HR Muttafaq „Alaih) Dan dari Mujahid dari Abu
Ma‟mar berkata: Berdiri seseorang memuji seorang pejabat di depan Miqdad bin
Aswad secara berlebih-lebihan, maka Miqdad mengambil pasir dan menaburkannya di
wajah orang itu, lalu berkata: “Nabi saw. memerintahkan kami untuk menaburkan
pasir di wajah orang yang gemar memuji”. (HR Muslim)
2. Adab
Berpakaian
Pakaian adalah identitas manusia,
bagi seorang muslim pakaian merupakan identitas keislamannya, karena itulah
Allah swt. secara khusus telah menyebutkan beberapa ayat al Quran yang
berbicara secara spesifik terkait dengan masalah pakaian. Diantaranya adalah
firman Allah: "Hai anak Adam, Sesungguhnya kami Telah menurunkan kepada
kalian Pakaian untuk menutup aurat kalian dan Pakaian indah untuk perhiasan.
dan Pakaian takwa Itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian
dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat". (QS.
Al A'raaf : 26) Dalam ayat tersebut, pakaian menurut Allah bukan hanya sekedar
kebutuhan yang harus dipenuhi oleh manusia sebagaimana kebutuhan lainnya, namun
lebih dari itu berpakaian bagi seorang muslim adalah termasuk bentuk ibadah dan
bukti ketaatan kepada Allah swt., oleh karena itu pakaian yang paling baik
adalah pakaian yang dapat mengidentitaskan ketakwaan seseorang.
sangat bermanfaat ka,izin copy yahh makasihh
BalasHapusNambah ilmu lagi
BalasHapusJangan lupa mampir ke gaim02.blogspot.com kakak
Trimakasih infonya kakak
BalasHapus👍👍
BalasHapusterimakasih infonya, sangat bermanfaat :)
BalasHapusManfaat sekali blog,y😂 mampir kesini jga ya jgn lupa.
BalasHapusunariyah73.blogspot.com
Makasihhh informasinya sangat bermanfaat ☺
BalasHapusTerimakasih infonya, sangat bermanfaat
BalasHapusWaw
BalasHapusMMMMMMMMMM NINDI hihi
BalasHapusNambah ilmu lagi makasi anak cariu😆 mampir yuk ke dewipratiwi469.blogspot.co.id ditunggu komennya 😀
BalasHapussangat membantu untuk tugas makasih ka pos nya sangat bermanfaat :)
BalasHapusluar biasa manfaat sekali
BalasHapusMasyaallah, semoga berkah ilmunya., Semoga bermanfaat utk kita semua dan bisa jadi amalan bagi kita. Aamiiin Ya Allah 😇
BalasHapusMengingatkan kembali bahwa dalam bersikap harus ada abab-adabnya. Terimakasih yaa
BalasHapusSemoga kita termasuk manusia yang beradab
HapusMantap
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapussitinidia.blogspot.co.id
BalasHapusMantap.sangat bermanfaat
BalasHapustulisannya sangat informatif mbak, ditunggu postingan selanjutnya jangan lupa mampir ke rinicanti123.blogspot.co.id
BalasHapusSubhanallah
BalasHapusSubhanallah motivasi hdp
BalasHapusMasyaallah
BalasHapussangat bermanfaat :) izin share ya :)
Bermanfaat semoga menjadi inovasi hidup
BalasHapusBermanfaat semoga menjadi inovasi hidup
BalasHapusGood
BalasHapussubhanaallah. kerennnn informasinya
BalasHapusgood
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSubhanallah semoga bermanfaat
BalasHapusSubhanallah semoga bermanfaat
BalasHapusSubhanallah semoga bermanfaat
BalasHapusizin share kaka
BalasHapusterima kasih ilmunya...
BalasHapus